Rabu, 21 Oktober 2020

Teknologi di Bidang Kesehatan

 

Dulu, pasien yang harus mendekatkan diri dengan penyedia layanan kesehatan. Sekarang, penyedia layanan kesehatanlah yang mendekatkan diri ke pasien. Dengan perkembangan teknologi di bidang kesehatan, hal ini akan mempemudah pasien untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Semua itu terbantu melalui aplikasi daring (online) di ponsel pintar. Hal yang sama juga terjadi pada sistem pemesanan obat, pemeriksaan laboratorium dan perawatan di rumah. Hal ini semakin terbantu dengan adanya jasa transportasi daring. Dengan hanya duduk, sembari memainkan jemari di atas ponsel pintar, semua tersedia. Tak hanya itu saja, munculnya rekam medis digital dan pe-resep-an elektronik yang memudahkan pasien untuk mendapatkan informasi kesehatan melalui fitur konsultasi daring dengan dokter secara real-time.

Alat bantu bernama teknologi informasi dan komunikasi, yang dalam bidang kesehatan dikenal dengan e-health. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), electronic health atau e-health diartikan sebagai pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang hemat biaya dan aman untuk mendukung berbagai hal di bidang kesehatan.

Cakupan layanan kesehatan berbasis teknologi ini luas. Tidak hanya untuk konsultasi dokter secara online, membuat janji konsultasi, atau untuk memesan obat, namun juga bisa untuk melakukan penelitian dan memberikan edukasi kesehatan.

Selain itu, pengolahan data kesehatan untuk kepentingan pengendalian penyakit dan pemantauan kesehatan masyarakat juga masuk ke dalamnya.

Tujuan utama dari electronic health adalah mempermudah akses terhadap layanan kesehatan, meningkatkan kualitas layanan kesehatan, dan mengurangi biaya untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Di Indonesia sendiri, sistem layanan tersebut sudah banyak diterapkan. Apalagi, layanan kesehatan online yang menyasar konsumen, semakin menjamur dan diminati. Namun demikian, akurasi, keamanan, dan privasi data serta perlindungan konsumen masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera dieksekusi.

Jenis-jenis e-Health

Layanan kesehatan berbasis online ada bermacam-macam. Jenisnya bisa bisa diuraikan berdasarkan tiga tipe pengguna utamanya, yaitu:

1.      e-Health untuk Konsumen

Layanan electronic health yang ditujukan untuk konsumen, yakni masyarakat umum, disebut dengan informatika konsumen (consumer informatics).

Layanan electronic health umumnya digunakan untuk memberi informasi kesehatan kepada masyarakat umum. Selain itu, e-health juga memfasilitasi komunikasi antara dokter dengan pasien tanpa perlu bertatap muka.

Saat ini, ada pula aplikasi kesehatan berbasis mobile yang dapat disetel di perangkat seluler. Salah satu contohnya adalah Klikdokter.com dan situs sejenis.

Aplikasi-aplikasi yang ada saat ini tak hanya menyediakan informasi kesehatan atau konsultasi dokter online, tapi juga layanan apotek online, pemeriksaan laboratorium, perawatan di rumah (home care), hingga booking appointment dan ambulans online.

2.      e-Health untuk Penyedia Layanan Kesehatan

Layanan e-health untuk penyedia layanan kesehatan disebut dengan informatika medis dan klinis (medical/clinical informatics). Ini mencakup fasilitas kesehatan, institusi pendidikan kesehatan/medis, dan para praktisi kesehatan atau dokter.

Contoh pemanfaatannya untuk fasilitas kesehatan, yaitu penerapan rekam medis dan peresepan elektronik di rumah sakit. Bagi dokter, sistem informasi dan teknologi dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan akurasi diagnosis dan terapi.

Salah satunya, dengan dimungkinkannya konsultasi antar dokter untuk mendapatkan keahlian klinis hingga interpretasi hasil pemeriksaan seperti rekam jantung atau foto radiologi secara online.

Selanjutnya, saat ini juga semakin berkembang perangkat lunak (clinical decision-making tools) hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dapat membantu dokter mendiagnosis penyakit pasien serta menentukan rencana perawatan yang akan dijalani pasien.

Dalam hal pendidikan medis, electronic health digunakan sebagai sarana pembelajaran jarak jauh. Misalnya, melalui webinar dan modul pembelajaran online.

3.      e-Health untuk Para Akademisi dan Peneliti

Pemanfaatan teknologi kesehatan untuk para akademisi dan peneliti disebut dengan bioinformatika (bioinformatics). Pada jenis ini, sistem teknologi dan informasi dimanfaatkan untuk manajemen, distribusi, dan pengolahan data kesehatan.

Misalnya, yang sedang tren saat ini, untuk melihat data sebaran penyakit Covid-19 akibat infeksi virus corona di dunia. Hasil olahan data ini nantinya dipakai sebagai dasar pembuatan rekomendasi atau kebijakan kesehatan maupun pengobatan.

Teknologi Kesehatan di Masa Depan

Fokus perkembangan teknologi kesehatan di masa depan salah satunya akan diarahkan untuk memudahkan akses pasien pada pelayanan kesehatan. Selain itu, dunia kesehatan dan kedokteran juga akan semakin canggih dengan berkembangnya beberapa teknologi berikut:

1.      Artificial Intelligence (AI)

Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan memungkinkan mesin untuk melaksanakan berbagai fungsi seperti manusia. Dalam bidang kesehatan, AI dapat berupa chatbot atau asisten virtual yang bisa berfungsi sebagai administrator atau customer service. AI juga bisa berupa mesin untuk melakukan diagnosis penyakit atau pemeriksaan tertentu. Bahkan, kini tengah dikembangkan robot untuk membantu dokter dalam melakukan operasi-operasi dengan tingkat ketelitian yang tinggi.

2.      Wearables atau Perangkat yang Dikenakan di Tubuh

Perkembangan teknologi kesehatan menuntut adanya data-data yang diolah agar dapat memberikan saran atau masukan yang akurat pada penggunanya. Kita mungkin sudah akrab dengan wearables, seperti gelang pintar. Fungsi utama gelang ini dapat mengukur frekuensi dan target berbagai jenis aktivitas fisik, menilai pola tidur, serta mengukur detak jantung. Dengan ini, pengguna bisa punya pengingat kalau gaya hidupnya kurang baik.

Di samping itu, ada pula perangkat yang mampu memberikan hasil pantauan terkini pada pasien berisiko tinggi, untuk menilai peluang kejadian penyakit serius. Misalnya, oksimeter untuk memantau jumlah oksigen di dalam darah serta sweat meter (pengukur keringat) untuk menilai kadar gula darah pada penderita diabetes.

3.      Perangkat Medis Berbasis Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR)

Kemunculan teknologi kesehatan berbasis AR dan VR mengubah cara pasien dirawat dan diobati. Bagi anak-anak dengan autisme, misalnya, teknologi ini membantu mereka belajar bagaimana menjelajahi dunia. Bagi pasien Alzheimer dan demensia, teknologi AR dan VR bisa membantu memunculkan kembali ingatan dan kesenangan dengan mengembalikannya ke waktu, suara, pengalaman dan peristiwa penting di masa lalu.

Dalam bidang pendidikan medis, teknologi ini membantu para dokter dalam mengasah keterampilannya. Misalnya, untuk mempersiapkan dan simulasi operasi yang rumit, tanpa harus dipraktikkan pada manusia.

4.      Blockchain

Bila harus berganti dokter atau dirujuk ke spesialis, kita tahu betapa rumitnya mentransfer riwayat medis yang sudah ada. Namun, dengan teknologi blockchain, proses ini bisa diotomatisasi. Blockchain adalah sistem penyimpanan data digital berisikan catatan yang terhubung melalui kriptografi. Dokter pun bisa melihat riwayat medis pasien secara lengkap sehingga bisa segera mendapat perawatan dan pengobatan yang diperlukan.

Manfaat Teknologi di Bidang Kesehatan

Teknologi di bidang kesehatan memiliki banyak manfaat. Berikut beberapa manfaat dari teknologi di bidang kesehatan.

1.      Memudahkan Pasien

Keuntungan teknologi di bidang kesehatan yang pertama adalah memudahkan pasien, terutama dalam mengakses informasi dan pelayanan kesehatan. Hanya dengan ponsel atau komputer, kini pasien dapat mengakses berbagai macam informasi kesehatan di internet.

Selain itu, berbagai macam layanan kesehatan yang hadir secara online juga memudahkan pasien dalam mengakses pelayanan kesehatan. Pasien kini dapat mengakses informasi, mendapat layanan konsultasi, hingga melakukan penebusan resep obat secara online. Hal ini tentu sangat menghemat tenaga dan waktu yang dimiliki pasien.

2.      Mempersingkat Waktu Tunggu Pasien

Selain memudahkan pasien dalam mengakses pelayanan kesehatan, teknologi di bidang kesehatan juga dapat mempersingkat waktu tunggu pasien. Biasanya jika Anda melakukan pelayanan kesehatan di rumah sakit, Anda dapat mengantri hingga berjam-jam untuk mendapat pelayanan. Namun kini dengan adanya teknologi, Anda tidak perlu menunggu lama. Anda dapat membuat janji secara online lalu melakukan konsultasi secara tatap muka di pelayanan kesehatan. Anda juga bisa membuat janji untuk melakukan konsultasi secara online dengan dokter.

3.      Mempermudah Dokter dan Tenaga Medis Lainnya dalam Menolong Pasien

Hampir sama dengan manfaat teknologi di bidang kesehatan sebelumnya. Dengan adanya perkembangan teknologi di bidang kesehatan, dokter dan tenaga medis lainnya jadi lebih mudah dalam menjangkau pasien.

Kini hanya dengan koneksi internet dan ponsel, dokter dan tenaga medis lainnya dapat menolong pasien tanpa harus bertatap muka. Dokter juga dapat memiliki waktu dan tempat yang lebih fleksibel untuk menolong pasien.

4.      Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat

Dengan akses yang lebih cepat dan mudah dijangkau, kesehatan masyarakat tentunya akan meningkat. Terutama berbagai informasi yang tersedia di internet, ditambah layanan kesehatan secara online dapat meningkatkan pengetahuan pasien dan membuat pasien lebih cepat untuk ditangani.

Selain itu, dengan berkembangnya teknologi alat-alat kesehatan juga mengalami kemajuan. Berbagai macam alat kesehatan yang mempermudah dokter dalam mendiagnosa dan menangani pasien. Beberapa teknologi yang mempermudah dokter dalam menangani pasien adalah alat cuci darah. Tentunya hal ini sangat membantu dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

5.      Penyimpanan dan Perawatan Data Menjadi Lebih Mudah

Keuntungan teknologi di bidang kesehatan selanjutnya adalah penyimpanan dan perawatan data menjadi lebih mudah. Teknologi tidak hanya memudahkan dari sisi pasien dan tenaga medis saja. Namun ternyata juga membantu sisi penyedia layanan kesehatan. Dengan adanya teknologi, penyedia layanan menjadi lebih mudah dalam menyimpan data-data penting milik pasien seperti rekam medis, atau data penting lainnya. Penyedia layanan kesehatan dapat membuka dan menyimpan data kembali secara mudah.

6.      Membuat Alur Kerja Menjadi Lebih Sederhana

Perkembangan teknologi di bidang kesehatan membuat alur kerja menjadi lebih sederhana. Karena dengan adanya pelayanan secara online, alur yang disiapkan tidak sepanjang ketika pasien melakukan pelayanan di rumah sakit secara tatap muka.

Pasien dapat membuat janji secara online dan melakukan konsultasi dengan waktu yang telah ditentukan. Sedangkan jika dilakukan secara tradisional, pasien perlu mendaftar ke pelayanan kesehatan, lalu mengambil nomor antrian. Setelah itu pasien perlu mengantri lama untuk dapat berkonsultasi dengan dokter. Hal ini tentu memakan tenaga dan waktu yang cukup besar. Sehingga teknologi di bidang kesehatan menjadi solusi dari permasalahan ini.

7.      Alat Pemasaran

Teknologi di dalam sektor kesehatan juga dapat menjadi alat pemasaran. Pelayanan kesehatan dapat menjadikan teknologi sebagai alat pemasaran layanan kesehatannya. Pelayanan kesehatan dapat memasang iklan atau membuat website yang memuat informasi mengenai produk-produknya.

Hal ini akan membantu penyedia jasa layanan kesehatan menjangkau pasien dengan lebih luas. Terlebih dengan adanya teknologi orang-orang dapat mengakses berbagai macam informasi meski dengan jarak yang jauh.

8.      Monitoring Secara Online

Dengan adanya perkembangan teknologi, hal ini memungkinkan dokter untuk melakukan monitoring kondisi pasien secara online. Pasien dengan kondisi yang hampir pulih dapat tetap dimonitoring secara online oleh dokter atau tenaga medis lainnya.

9.      Menjangkau Pasien Lebih Luas

Teknologi membuat pelayanan kesehatan menjangkau pasien secara lebih luas. Dengan adanya teknologi, pasien dari berbagai daerah dapat mengetahui mengenai keberadaan dan informasi pelayanan kesehatan secara mudah.

Hal ini akan meningkatkan angka kunjungan pasien ke pelayanan kesehatan dan membuat pelayanan kesehatan lebih dikenal oleh masyarakat.

10. Mencegah Penularan Penyakit

Selain mempermudah pasien dan pelayanan kesehatan, dengan adanya teknologi pasien dapat mencegah penularan penyakit. Rumah sakit merupakan tempat dirawat dan dilakukannya berbagai tindakan bagi orang-orang yang sedang sakit. Kemungkinan kuman penyebab penyakit yang bertebaran di area rumah sakit sangat memungkinkan pasien sehat tertular penyakit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Teknologi di Bidang Kesehatan

  Dulu, pasien yang harus mendekatkan diri dengan penyedia layanan kesehatan. Sekarang, penyedia layanan kesehatanlah yang mendekatkan diri ...