Rabu, 21 Oktober 2020

Apa itu e-Commerce?

 


Perdagangan elektronik (electronic commerce atau e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet, televisi, dan jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.

Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-commerce ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), pemasaran elektronik (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.

Jenis-Jenis E-commerce

Ada beberapa jenis e-commerce yang perlu Anda ketahui, antara lain:

1.      Business-to-Business (B2B)

Business-to-Business (B2B) e-commerce meliputi transaksi elektronik barang atau jasa yang dilakukan antar perusahaan. Jenis B2B ini umumnya dilakukan oleh pihak yang saling berkepentingan dalam menjalankan bisnis, di mana keduanya kerap mengenal dan mengetahui proses bisnis yang dilakukan.

E-commerce jenis ini menggunakan email dan Electronic Data Interchange (EDI), yaitu proses transfer data yang terstruktur dalam format standar yang telah disetujui dari satu sistem komputer ke sistem komputer lainnya dalam bentuk elektronik.

2.      Business-to-Consumer (B2C)

Business-to-Consumer adalah jenis e-commerce yang melibatkan pelaku bisnis dan konsumen. Jenis bisnis ini dinilai cenderung lebih mudah dan dinamis, tapi juga lebih menyebar secara tidak merata atau bisa terhenti. B2C dianggap berkembang dengan sangat pesat karena dukungan dari website dan banyaknya toko virtual bahkan mall di internet yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat.

Sebagai contoh, bisnis ini memungkinkan produsen untuk memasarkan produk ke konsumen secara online. Di sini, produsen akan menjalankan usaha dengan memasarkan produk ke konsumen tanpa adanya feedback dari konsumen untuk melakukan bisnis kembali. Ini berarti bahwa produsen hanya memasarkan produk atau jasa saja, sementara konsumen hanya sebagai pihak pemakai atau pembeli.

3.      Consumer-to-Consumer (C2C)

Sesuai dengan namanya, jenis e-commerce ini dilakukan antar konsumen dengan konsumen yang meliputi semua transaksi elektronik barang atau jasa. Umumnya, transaksi ini dilakukan oleh pihak ketiga yang menyediakan platform secara online untuk bertransaksi. Contohnya, konsumen dari suatu produsen akan memasarkan kembali produk ke konsumen lain.

4.      Consumer-to-Business (C2B)

Consumer-to-Business (C2B) adalah jenis e-commerce di mana konsumen (end-use) menyediakan produk atau layanan ke suatu perusahaan. Jenis bisnis ini berbeda dengan B2C, di mana bisnis menghasilkan produk serta layanan konsumsi konsumen.

5.      Business-to-Administration (B2A)

Business-to-Administration (B2A) adalah jenis e-commerce yang akan mencakup transaksi yang dilakukan secara online antar perusahaan dan administrasi publik. Jenis e-commerce ini meningkat dalam beberapa kurun waktu terakhir dengan investasi yang dibuat melalui pihak pemerintah atau e-government.

Contoh E-commerce

Sebelumnya telah disebutkan bahwa terdapat enam golongan ecommerce. Di bawah ini Anda akan melihat beberapa contoh untuk masing-masing jenis. Namun, contoh ecommerce customer to public administration tidak ditampilkan dalam daftar ini karena jarang ada website atau marketplace yang menghubungkan antara pekerja freelance dengan lembaga pemerintah.

1.      Business to business (B2B)

  • Electronic City — menjual perlengkapan elektronik kantor dan rumah tangga
  • Ralali — di samping peralatan kantor dan rumah tangga juga menjual peralatan industri, restoran, dan pertanian
  • Mbiz — sama seperti Ralali, tetapi juga menyediakan jasa seperti housekeeping dan perbaikan dinding

2.      Business to consumer (B2C)

  • Lazada — menyediakan fashion, aksesoris, kosmetik, dan elektronik pribadi
  • Blibli — seperti Lazada, namun juga menjual perabotan, perlengkapan anak, peralatan olahraga
  • Shopee — sama seperti Blibli

3.      Consumer to consumer (C2C)

  • OLX — menjual berbagai produk, mulai dari keperluan pribadi hingga kendaraan dan perlatan rumah tangga
  • Tokopedia — seperti Shopee, tetapi pembeli juga dapat menemukan barang bekas di sini
  • Kaskus — merupakan forum terbuka, namun tidak jarang digunakan pengguna untuk memasarkan barang bekas

4.      Consumer to business (C2B)

  • Freelancer — website di mana pekerja freelance menawarkan keahlian pada bisnis yang membutuhkan
  • Upwork — sama seperti Freelancer
  • iStock — situs untuk bisnis yang membutuhkan foto, video, dan ilustrasi digital untuk penggunaan komersial

5.      Business to public administration (B2A)

  •  Qlue — menyediakan perangkat lunak untuk membantu kinerja perusahaan dan lembaga pemerintah, termasuk sistem administrasi kendaraan dan aplikasi analitik
  •  Accela — membantu pemerintah melakukan administrasi publik dengan konsep software as a service

Manfaat E-commerce

Ada beberapa manfaat e-commerce, yaitu:

·         Mempermudah komunikasi antara produsen dan konsumen.

·         Mempermudah pemasaran dan promosi barang atau jasa.

·         Memperluas jangkauan calon konsumen dengan pasar yang luas.

·         Mempermudah proses penjualan dan pembelian.

·         Mempermudah pembayaran karena dapat dilakukan secara online.

·         Mempermudah penyebaran informasi.

Keuntungan Bisnis E-commerce

Berdasarkan survei Asosiasi Pengguna Jasa Internet di Indonesia (APJII) per Maret 2018, jumlah penetrasi internet di Indonesia sudah mencapai 143 juta jiwa. Tidak mengherankan jika banyak pelaku bisnis yang mulai beralih menjalankan bisnis dengan menerapkan model e-commerce. Namun, selain potensi pasar yang besar, ternyata bisnis e-commerce memiliki keuntungan lain, yaitu:

1.      Tidak Ada Batasan Geografis

Saat memiliki toko fisik berarti Anda akan terbatas pada wilayah tertentu. Namun, hal ini tidak berlaku saat Anda memiliki website e-commerce karena kemudahan menjangkau siapa pun dan di mana pun tanpa batasan geografis. Selain itu, perangkat mobile yang dimiliki oleh kebanyakan orang juga membuka peluang besar bagi Anda untuk menjangkau calon konsumen lebih banyak.

2.      Biaya Lebih Terjangkau

Salah satu keuntungan yang menonjol pada bisnis e-commerce adalah harga yang relatif lebih murah. Hal ini dapat terjadi karena bisnis e-commerce tidak memerlukan toko fisik. Dengan kata lain, Anda akan menghemat biaya untuk membangun atau menyewa toko.

3.      Memudahkan Pencarian bagi Pelanggan

Keberadaan e-commerce tentunya sangat memudahkan para konsumen. Jika biasanya konsumen diharuskan mengelilingi toko untuk mencari produk yang diinginkan, hal ini tidak berlaku saat berbelanja di situs e-commerce. Pelanggan hanya perlu mencari nama produk di kotak pencarian, maka laman akan memberikan referensi mengenai barang yang dicari.

4.      Menghemat Waktu

Terkadang, banyak orang yang rela untuk melakukan perjalanan jauh untuk membeli suatu barang di toko. Alasannya beragam, salah satunya adalah produk tersebut tidak dapat ditemukan di tempat lain. Keberadaan e-commerce tentunya akan membantu pelanggan untuk mengunjungi toko dengan mudah, cepat, dan praktis hanya dengan beberapa klik saja.

5.      Buka 24 Jam

Jika toko fisik memiliki waktu kerja yang terbatas, lain halnya dengan e-commerce. Situs e-commerce akan bekerja sepanjang waktu, 7 hari 24 jam sepanjang tahun. Tentu saja hal ini akan memudahkan pelanggan untuk memesan barang kapan pun dan di mana pun. E-commerce dilengkapi dengan sistem khusus sehingga dapat menerima pembelian dengan otomatis.

Kekurangan E-commerce

·         Penipuan dengan cara pencurian identitas dan membohongi pelanggan.

·         Hukum yang kurang berkembang dalam bidang e-commerce ini.

·         Promo abuse dari konsumen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Teknologi di Bidang Kesehatan

  Dulu, pasien yang harus mendekatkan diri dengan penyedia layanan kesehatan. Sekarang, penyedia layanan kesehatanlah yang mendekatkan diri ...