Dulu, pasien yang harus mendekatkan diri
dengan penyedia layanan kesehatan. Sekarang, penyedia layanan kesehatanlah yang
mendekatkan diri ke pasien. Dengan perkembangan teknologi di bidang kesehatan,
hal ini akan mempemudah pasien untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Semua itu terbantu melalui aplikasi daring
(online) di ponsel pintar. Hal yang sama juga terjadi pada sistem pemesanan
obat, pemeriksaan laboratorium dan perawatan di rumah. Hal ini semakin terbantu
dengan adanya jasa transportasi daring. Dengan hanya duduk, sembari memainkan
jemari di atas ponsel pintar, semua tersedia. Tak hanya itu saja, munculnya
rekam medis digital dan pe-resep-an elektronik yang
memudahkan pasien untuk mendapatkan informasi kesehatan melalui fitur konsultasi
daring dengan dokter secara real-time.
Alat bantu bernama teknologi informasi dan
komunikasi, yang dalam bidang kesehatan dikenal dengan e-health. Menurut Badan
Kesehatan Dunia (WHO), electronic health atau e-health diartikan sebagai
pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang hemat biaya dan aman
untuk mendukung berbagai hal di bidang kesehatan.
Cakupan layanan kesehatan berbasis teknologi
ini luas. Tidak hanya untuk konsultasi dokter secara online, membuat janji
konsultasi, atau untuk memesan obat, namun juga bisa untuk melakukan penelitian
dan memberikan edukasi kesehatan.
Selain itu, pengolahan data kesehatan untuk
kepentingan pengendalian penyakit dan pemantauan kesehatan masyarakat juga
masuk ke dalamnya.
Tujuan utama dari electronic health adalah
mempermudah akses terhadap layanan kesehatan, meningkatkan kualitas layanan
kesehatan, dan mengurangi biaya untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Di Indonesia sendiri, sistem layanan tersebut
sudah banyak diterapkan. Apalagi, layanan kesehatan online yang menyasar
konsumen, semakin menjamur dan diminati. Namun demikian, akurasi, keamanan, dan
privasi data serta perlindungan konsumen masih menjadi pekerjaan rumah yang
perlu segera dieksekusi.
Jenis-jenis e-Health
Layanan kesehatan berbasis online ada
bermacam-macam. Jenisnya bisa bisa diuraikan berdasarkan tiga tipe pengguna
utamanya, yaitu:
1.
e-Health
untuk Konsumen
Layanan electronic health yang ditujukan
untuk konsumen, yakni masyarakat umum, disebut dengan informatika konsumen
(consumer informatics).
Layanan electronic health umumnya digunakan
untuk memberi informasi kesehatan kepada masyarakat umum. Selain itu, e-health
juga memfasilitasi komunikasi antara dokter dengan pasien tanpa perlu bertatap
muka.
Saat ini, ada pula aplikasi kesehatan
berbasis mobile yang dapat disetel di perangkat seluler. Salah satu contohnya
adalah Klikdokter.com dan situs sejenis.
Aplikasi-aplikasi yang ada saat ini tak hanya
menyediakan informasi kesehatan atau konsultasi dokter online, tapi juga layanan
apotek online, pemeriksaan laboratorium, perawatan di rumah (home care), hingga
booking appointment dan ambulans online.
2.
e-Health
untuk Penyedia Layanan Kesehatan
Layanan e-health untuk penyedia layanan
kesehatan disebut dengan informatika medis dan klinis (medical/clinical
informatics). Ini mencakup fasilitas kesehatan, institusi pendidikan
kesehatan/medis, dan para praktisi kesehatan atau dokter.
Contoh pemanfaatannya untuk fasilitas
kesehatan, yaitu penerapan rekam medis dan peresepan elektronik di rumah sakit.
Bagi dokter, sistem informasi dan teknologi dimanfaatkan untuk membantu
meningkatkan akurasi diagnosis dan terapi.
Salah satunya, dengan dimungkinkannya
konsultasi antar dokter untuk mendapatkan keahlian klinis hingga interpretasi
hasil pemeriksaan seperti rekam jantung atau foto radiologi secara online.
Selanjutnya, saat ini juga semakin berkembang
perangkat lunak (clinical decision-making tools) hingga kecerdasan buatan
(artificial intelligence/AI) yang dapat membantu dokter mendiagnosis penyakit
pasien serta menentukan rencana perawatan yang akan dijalani pasien.
Dalam hal pendidikan medis, electronic health
digunakan sebagai sarana pembelajaran jarak jauh. Misalnya, melalui webinar dan
modul pembelajaran online.
3.
e-Health
untuk Para Akademisi dan Peneliti
Pemanfaatan teknologi kesehatan untuk para
akademisi dan peneliti disebut dengan bioinformatika (bioinformatics). Pada
jenis ini, sistem teknologi dan informasi dimanfaatkan untuk manajemen,
distribusi, dan pengolahan data kesehatan.
Misalnya, yang sedang tren saat ini, untuk
melihat data sebaran penyakit Covid-19 akibat infeksi virus corona di dunia.
Hasil olahan data ini nantinya dipakai sebagai dasar pembuatan rekomendasi atau
kebijakan kesehatan maupun pengobatan.
Teknologi Kesehatan di Masa Depan
Fokus perkembangan teknologi kesehatan di masa depan
salah satunya akan diarahkan untuk memudahkan akses pasien pada pelayanan
kesehatan. Selain itu, dunia kesehatan dan kedokteran juga akan semakin canggih
dengan berkembangnya beberapa teknologi berikut:
1.
Artificial
Intelligence (AI)
Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan
buatan memungkinkan mesin untuk melaksanakan berbagai fungsi seperti manusia.
Dalam bidang kesehatan, AI dapat berupa chatbot atau asisten virtual yang bisa
berfungsi sebagai administrator atau customer service. AI juga bisa berupa
mesin untuk melakukan diagnosis penyakit atau pemeriksaan tertentu. Bahkan,
kini tengah dikembangkan robot untuk membantu dokter dalam melakukan
operasi-operasi dengan tingkat ketelitian yang tinggi.
2.
Wearables
atau Perangkat yang Dikenakan di Tubuh
Perkembangan teknologi kesehatan menuntut adanya
data-data yang diolah agar dapat memberikan saran atau masukan yang akurat pada
penggunanya. Kita mungkin sudah akrab dengan wearables, seperti gelang pintar.
Fungsi utama gelang ini dapat mengukur frekuensi dan target berbagai jenis
aktivitas fisik, menilai pola tidur, serta mengukur detak jantung. Dengan ini,
pengguna bisa punya pengingat kalau gaya hidupnya kurang baik.
Di samping itu, ada pula perangkat yang mampu
memberikan hasil pantauan terkini pada pasien berisiko tinggi, untuk menilai
peluang kejadian penyakit serius. Misalnya, oksimeter untuk memantau jumlah
oksigen di dalam darah serta sweat meter (pengukur keringat) untuk menilai
kadar gula darah pada penderita diabetes.
3.
Perangkat
Medis Berbasis Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR)
Kemunculan teknologi kesehatan berbasis AR
dan VR mengubah cara pasien dirawat dan diobati. Bagi anak-anak dengan autisme,
misalnya, teknologi ini membantu mereka belajar bagaimana menjelajahi dunia.
Bagi pasien Alzheimer dan demensia, teknologi AR dan VR bisa membantu
memunculkan kembali ingatan dan kesenangan dengan mengembalikannya ke waktu,
suara, pengalaman dan peristiwa penting di masa lalu.
Dalam bidang pendidikan medis, teknologi ini
membantu para dokter dalam mengasah keterampilannya. Misalnya, untuk
mempersiapkan dan simulasi operasi yang rumit, tanpa harus dipraktikkan pada
manusia.
4.
Blockchain
Bila harus berganti dokter atau dirujuk ke
spesialis, kita tahu betapa rumitnya mentransfer riwayat medis yang sudah ada.
Namun, dengan teknologi blockchain, proses ini bisa diotomatisasi. Blockchain
adalah sistem penyimpanan data digital berisikan catatan yang terhubung melalui
kriptografi. Dokter pun bisa melihat riwayat medis pasien secara lengkap
sehingga bisa segera mendapat perawatan dan pengobatan yang diperlukan.
Manfaat Teknologi di Bidang Kesehatan
Teknologi di bidang kesehatan memiliki banyak
manfaat. Berikut beberapa manfaat dari teknologi di bidang kesehatan.
1.
Memudahkan
Pasien
Keuntungan teknologi di bidang kesehatan yang pertama
adalah memudahkan pasien, terutama dalam mengakses informasi dan pelayanan
kesehatan. Hanya dengan ponsel atau komputer, kini pasien dapat mengakses
berbagai macam informasi kesehatan di internet.
Selain itu, berbagai macam layanan kesehatan
yang hadir secara online juga memudahkan pasien dalam mengakses pelayanan
kesehatan. Pasien kini dapat mengakses informasi, mendapat layanan konsultasi,
hingga melakukan penebusan resep obat secara online. Hal ini tentu sangat
menghemat tenaga dan waktu yang dimiliki pasien.
2.
Mempersingkat
Waktu Tunggu Pasien
Selain memudahkan pasien dalam mengakses
pelayanan kesehatan, teknologi di bidang kesehatan juga dapat mempersingkat
waktu tunggu pasien. Biasanya jika Anda melakukan pelayanan kesehatan di rumah
sakit, Anda dapat mengantri hingga berjam-jam untuk mendapat pelayanan. Namun
kini dengan adanya teknologi, Anda tidak perlu menunggu lama. Anda dapat
membuat janji secara online lalu melakukan konsultasi secara tatap muka di
pelayanan kesehatan. Anda juga bisa membuat janji untuk melakukan konsultasi
secara online dengan dokter.
3.
Mempermudah
Dokter dan Tenaga Medis Lainnya dalam Menolong Pasien
Hampir sama dengan manfaat teknologi di
bidang kesehatan sebelumnya. Dengan adanya perkembangan teknologi di bidang
kesehatan, dokter dan tenaga medis lainnya jadi lebih mudah dalam menjangkau
pasien.
Kini hanya dengan koneksi internet dan
ponsel, dokter dan tenaga medis lainnya dapat menolong pasien tanpa harus
bertatap muka. Dokter juga dapat memiliki waktu dan tempat yang lebih fleksibel
untuk menolong pasien.
4.
Meningkatkan
Derajat Kesehatan Masyarakat
Dengan akses yang lebih cepat dan mudah
dijangkau, kesehatan masyarakat tentunya akan meningkat. Terutama berbagai
informasi yang tersedia di internet, ditambah layanan kesehatan secara online
dapat meningkatkan pengetahuan pasien dan membuat pasien lebih cepat untuk
ditangani.
Selain itu, dengan berkembangnya teknologi
alat-alat kesehatan juga mengalami kemajuan. Berbagai macam alat kesehatan yang
mempermudah dokter dalam mendiagnosa dan menangani pasien. Beberapa teknologi
yang mempermudah dokter dalam menangani pasien adalah alat cuci darah. Tentunya
hal ini sangat membantu dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
5.
Penyimpanan
dan Perawatan Data Menjadi Lebih Mudah
Keuntungan teknologi di bidang kesehatan
selanjutnya adalah penyimpanan dan perawatan data menjadi lebih mudah. Teknologi
tidak hanya memudahkan dari sisi pasien dan tenaga medis saja. Namun ternyata
juga membantu sisi penyedia layanan kesehatan. Dengan adanya teknologi,
penyedia layanan menjadi lebih mudah dalam menyimpan data-data penting milik
pasien seperti rekam medis, atau data penting lainnya. Penyedia layanan
kesehatan dapat membuka dan menyimpan data kembali secara mudah.
6.
Membuat
Alur Kerja Menjadi Lebih Sederhana
Perkembangan teknologi di bidang kesehatan
membuat alur kerja menjadi lebih sederhana. Karena dengan adanya pelayanan
secara online, alur yang disiapkan tidak sepanjang ketika pasien melakukan
pelayanan di rumah sakit secara tatap muka.
Pasien dapat membuat janji secara online dan
melakukan konsultasi dengan waktu yang telah ditentukan. Sedangkan jika
dilakukan secara tradisional, pasien perlu mendaftar ke pelayanan kesehatan,
lalu mengambil nomor antrian. Setelah itu pasien perlu mengantri lama untuk
dapat berkonsultasi dengan dokter. Hal ini tentu memakan tenaga dan waktu yang cukup
besar. Sehingga teknologi di bidang kesehatan menjadi solusi dari permasalahan
ini.
7.
Alat
Pemasaran
Teknologi di dalam sektor kesehatan juga
dapat menjadi alat pemasaran. Pelayanan kesehatan dapat menjadikan teknologi
sebagai alat pemasaran layanan kesehatannya. Pelayanan kesehatan dapat memasang
iklan atau membuat website yang memuat informasi mengenai produk-produknya.
Hal ini akan membantu penyedia jasa layanan
kesehatan menjangkau pasien dengan lebih luas. Terlebih dengan adanya teknologi
orang-orang dapat mengakses berbagai macam informasi meski dengan jarak yang
jauh.
8.
Monitoring
Secara Online
Dengan adanya perkembangan teknologi, hal ini
memungkinkan dokter untuk melakukan monitoring kondisi pasien secara online.
Pasien dengan kondisi yang hampir pulih dapat tetap dimonitoring secara online
oleh dokter atau tenaga medis lainnya.
9.
Menjangkau
Pasien Lebih Luas
Teknologi membuat pelayanan kesehatan
menjangkau pasien secara lebih luas. Dengan adanya teknologi, pasien dari
berbagai daerah dapat mengetahui mengenai keberadaan dan informasi pelayanan
kesehatan secara mudah.
Hal ini akan meningkatkan angka kunjungan
pasien ke pelayanan kesehatan dan membuat pelayanan kesehatan lebih dikenal
oleh masyarakat.
10. Mencegah Penularan Penyakit
Selain mempermudah pasien dan pelayanan kesehatan, dengan
adanya teknologi pasien dapat mencegah penularan penyakit. Rumah sakit
merupakan tempat dirawat dan dilakukannya berbagai tindakan bagi orang-orang
yang sedang sakit. Kemungkinan kuman penyebab penyakit yang bertebaran di area
rumah sakit sangat memungkinkan pasien sehat tertular penyakit.